Tampilkan postingan dengan label Taman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juni 2011

Membangun Taman Hijau Untuk Bermain Anak

Taman di dalam rumah atau di sekitar rumah adalah salah satu hal penting yang harus kita perhatikan juga, karena taman dapat menciptakan suasana segar, sejuk dan kenyamanan di sekitar rumah. Taman juga dapat membantu keseimbangan lingkungan sekitar dan membantu dalam mewujudkan kegiatan go green yang akhir – akhir ini harus kita galakan lagi sehingga bumi kita dan udara yang ada semakin bersih dan sejuk, kenapa saya bilang seperti itu karena menurut saya kegiatan – kegiatan go green akhir – akhir sudah berkurang dan tidak berjalan dengan contiuous, nah untuk itu pembangunan taman rumah harus kita galakan untuk mendukung kegiatan go green tersebut, berikut kutipan dan tips yang saya peroleh dari website rumah dan
properti :

Menyiapkan Lahan
Kegiatan ini meliputi pekerjaan penggalian dan pembalikan tanah, pengurukan, penggemburan, dan pemberian pupuk atau penambahan unsur hara dalam tanah. Selain untuk mempersipakan lahan tanam yang siap ditanami dan memiliki kontur yang sesuai harapan kita, proses ini juga membebaskan lahan dari gulma yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman nantinya.

Membuat Konstruksi Taman

Dalam proses ini perencanaan dan pembuatan jalan setapak dilakukan. Elemen ini penting untuk jalur sirkulasi di taman sehingga segala aktivitas di taman yang dilakukan kemudian hari tidak mengganggu keberlangsungan tumbuhnya tanaman dan elemen lainnya. Sesuai dengan luasnya taman, desain dan material jalan setapak bisa dibuat dalam berbagai pilihan untuk membuat konstruksi taman sebaiknya mintalah bantuan dari Konsultan arsitek agar taman Anda dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan keinginan Anda.

Menentukan Elemen Keras Taman (Hardscape)
Yang termasuk dalam elemen keras taman adalah aneka pot, bebatuan, lampu, dan aksesori lain yang akan dipakai sebagai pelengkap taman, baik yang berperan fungsional maupun estetis.

Elemen Lunak Taman (Softscape)

Aneka jenis tanaman, pilihannya direncanakan di proses ini. Hal yang dipertimbangkan menyangkut masalah jenis tanaman (perdu, semak, dan pelindung). Tentang wama (bunga maupun daun) jugs menjadi hal yang harus diperhatikan karena menentukan kesemarakan taman yang tercipta dan harmonisasi wama yang ada.

Penanaman dan Peletakar Hardscape
Melakukan penanaman tanaman dimulai dari jenis tanaman pelindung (yang tinggi) dan seterusnya adalah tanaman yang lebih rendah sampai ke tanaman penutup tanah. Penyebaran batu koral, kerikil, step stone, dan pemasangan lampu taman dan aksesori lain dilakukan setelah penanaman sebaiknya untuk hal ini Anda bisa berkonsultasi kepada Konsultan arsitek yang sudah Anda tunjuk untuk pembangunan taman pada rumah idaman Anda.

Pembersihan Lahan
Kegiatan pembersihan sampai sisa hasil pengerjaan taman. Setelah taman bersih dari sampah sisa, baru dilakukan penyiraman secukupnya. Dan selanjutnya dilakukan perawatan rutin seperti pemangkasan dan penyiraman yang teratur.
Kita ciptakan taman rumah dengan ide, konsep dan desain kita sendiri serta mari terus galakan program go green dan buat bumi kita semakin hijau, sejuk serta tidak ada lagi musibah atau bencana alam.

http://cepatefektif.wordpress.com/2010/10/18/membangun-taman-hijau-untuk-bermain-anak/

Rabu, 18 Mei 2011

Sehat dan Cantik dengan Taman Mungil

Membuat taman air dengan pijakan kaki untuk melintasi kolam merupakan ide yang baik. Bagaikan berjalan di atas air, suasana yang terbangun pun semakin natural dan menyegarkan.
Sosok tanaman yang menyegarkan pikiran, suara gemericik air yang berirama, oksigen yang mengalir lancar ke dalam rumah, serta cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah menjadi alasan kuat untuk membangun taman dalam rumah.
Sayangnya keterbatasan lahan di area bangunan rumah menyebabkan halaman rumah (terlebih halaman depan) kian minim untuk dijadikan taman. Orang-orang lebih suka mengubah halaman depan menjadi lahan parkir kendaraan pribadi. Padahal, keberadaan taman sangat penting untuk menjaga kondisi rumah agar tetap indah dan nyaman.
Bila keputusan untuk mengubah halaman depan menjadi lahan parkir tak terhindarkan, pindahkan posisi taman ke dalam area rumah. Letakkan taman di dekat ruang keluarga atau ruang makan, beri kolam dengan air yang mengalir bila perlu. Bunyi percikan air dipercaya mampu merelaksasi pikiran yang penat. Biarkan udara segar dari taman mengalir ke dalam. Jika sukses, taman dalam ini dapat membantu Anda mengirit energi listrik untuk AC dan lampu.

Untuk membuat taman dalam rumah, pilih dengan cermat material yang digunakan pada lantai dan dinding. Pastikan material yang digunakan mudah dibersihkan. Misalnya gunakan glazed ceramic . Berbeda dengan keramik biasa, material ini memiliki lapisan berupa campuran logam-logam oksida yang membuatnya lebih mengkilat, mudah dibersihkan, serta lebih tahan terhadap goresan.

Jika menginginkan suasana yang lebih natural, gunakan saja batu alam. Material ini cocok untuk taman yang berkonsep alam. Beragam jenis batu alam seperti batu kali, andesit, hingga batu candi dapat dijadikan pilihan. Namun, jangan lupa untuk membersihkannya secara berkala agar tidak berlumut. Pastikan bahwa batuan yang digunakan telah dilapisi dengan stone coating, agar lebih tahan lama dan warnanya tidak kusam, terutama pada bagian yang banyak terkena air.
Ideaonline.com

Menata Taman Mungil

Setiap bangunan rumah pasti mempunyai sejengkal tanah kosong. Lahan yang kecil ini akan sangat menentukan untuk menambah keasrian rumah anda. Tampilan suatu taman jelas tidak tergantung dari ukuran dan luas dari lahan. Bila dikerjakan dengan penuh perhatian dan desain yang matang, sebuah taman mungil bisa memperindah rumah tinggal secara keseluruhan. Ada berbagai macam cara agar taman mungil terkesan menggemaskan dan mengagumkan. Memiliki taman mungil dirumah sangat dianjurkan karena selain memperindah wajah rumah juga akan sangat baik bagi kesehatan dan psikologis.
Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menata taman adalah :
Pertama, Jika kita mempunyai lahan yang terbatas (sempit) salah satu rumusnya adalah jangan mempunyai keinginan hendak memindahkan taman orang lain ke taman sendiri. Hal ini dikarenakan orang cenderung ingin memiliki apa yang telah dimiliki tetangga atau orang lain. Karena lahan yang kita miliki terbatas, buatlah taman mungil dengan aneka jenis tanaman yang juga mungil (kerdil) hal ini untuk mencapai proporsi yang seimbang antara taman dengan fasade rumah kita.

Kedua, bagaimana dengan arah sinar matahari, hal ini akan berpengaruh terhadap kondisi pencahayaan ditaman dengan pemilihan jenis tanaman. Jika taman tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup, dapat memilih jenis tanaman yang menyukai keteduhan (tidak terlalu membutuhkan sinar matahari). Arah edar matahari ini sangat penting karena berpengaruh terhadap proses fotosintetis pada tanaman di taman kita.
Ketiga, kondisi tanah dan penyerapan airnya. Untuk menghasilkan taman yang baik, diperlukan kondisi tanah yang subur. Tanah dikategorikan subur jika kadar humusnya tinggi sehingga lebih mudah dalam menyerap air. Untuk kota-kota besar, biasanya kondisi tanahnya kurang subur untuk itu perlu perawatan sebelum menbuat taman. Yaitu dengan mencampur tanah dengan pupuk kandang atau kompos.

Untuk menata taman mungil, ada dua hal penting yaitu penentuan elemen lunak (soft material) dan elemen keras (hard material).
Elemen lunak ini terdiri dari jenis tanaman apa saja yang akan kita tanam. Apakah tanaman perdu, tanaman merambat (kembang telang, alamanda cathartica), tamanan peneduh, tanaman berbunga dan tanaman penutup tanah (seperti krokot, blue eyes, bawang-bawangan maupun rumput). Yang perlu diperhatikan adalah proporsi antara tamanan yang rendah sampai tanaman yanga tinggi, sehingga kelihatan menarik.
Air juga termasuk elemen lunak yang sering kita hadirkan dalam taman. Keterbatasan lahan dapat kita akali dengan membuat kolam kecil dengan air terjun mini di tembok yang sudah disulap dengan bentuk batu-batuan taman tebing. Taman tebing ini selain untuk alasan estetika juga berfungsi untuk menyembunyikan tembok pembatas rumah yang masif dan licin. Selain itu juga sebagai jalan keluar apabila kondisi tanah di rumah kita memang sangat tandus dan kurang subur.

Kehadiran kolam dengan air yang terus mengalir akan menambah suasana sejuk ditaman. Untuk memperlancar sirkulasi air diperlukan pompa air otomatis sehingga sirkulasi air tetap terjaga. Suara gemericik air akan menambah suasana teduh dan tenang. Untuk lebih menonjolkan nuansa alami, ada baiknya dilengkapi dengan tanaman air atau dengan tempayan khusus. Tanaman air seperti lotus, apu-apu atau water poppy akan mampu melunturkan kesan keras yang ditampilkan oleh bebatuan . Untuk menghindari menjadi sarang nyamuk ada baiknya dipelihara juga beberapa ikan yang ditempatkan di kolam.

Sedangkan elemen keras terdiri dari bebatuan, yang sering dipakai sebagai pendukung keindahan taman. Lempengan batu alam ini dengan bentuk komposisi yang tidak beraturan dapat berfungsi sebagai jalan setapak dan akan menambah kesan alami. Taman memang tidak selalu memiliki jalan setapak, namun jalan ini berfungsi sebagai sirkulasi yang memungkinkan kita menjelajahi seluruh taman tanpa menginjak rumput atau tanah. Ada berbagai jenis pemilihan batu alam yang ditawarkan dipasaran, tinggal disesuaikan dengan selera dan kantong kita. Keindahan taman mungil semakin lengkap jika ditambah dengan patung sebagai ornament estetis maupun lampu taman. Selain sebagai penerangan, lampu ini akan membuat taman tampil dramatis di malam hari. Ornamen estetis seperti tempayan juga akan membuat tampilan taman mungil lebih memikat. [Sukawi, ST, MT - Dosen Arsitektur Undip]